Senin, 06 Juni 2011 0 komentar

Taktik Laba-laba Cegah Kerusakan Jaring

Seabad yang lalu, ilmuwan pertama kali menemukan bahwa laba-laba orb weaving(famili Araneidae) menghias jaringnya. Lama setelah penemuan itu, ilmuwan berdebat tentang apa maksud pembuatan dekorasi itu, apakah sekedar untuk keindahan ataukah memiliki maksud lain.
Peneliti Departemen Zoologi Universitas Melbourne, Dr Andre Walter dan Professor Mark Elgar, berhasil menjawab pertanyaan itu dengan hasil risetnya. Menurut mereka, laba-laba membuat dekorasi berpola saling silang itu untuk mencegah kerusakan jaring-jaringnya.
Elgar mengatakan, kerusakan jaring-jaring sangat mahal "biayanya" bagi laba-laba sebab membutuhkan nutrisi dan energi yang tak sedikit untuk membangunnya lagi. "Jadi mereka berevolusi mengembangkan taktik jitu untuk meminimalisir kerusakan," ungkap Elgar.
Untuk menemukan jawaban ini, dua orang peneliti itu mengumpulkan laba-laba orb weaving dan membiarkannya membangun jaring-jaring di laboratorium. Keduanya lalu meneliti respon laba-laba ketika jaringnya rusak parah, rusak ringan dan tak mengalami kerusakan.
"Fakta bahwa laba-laba meningkatkan aktivitas dekorasi pada jaring rusak parah dan tak meningkatkannya pada jaring rusak ringan menunjukkan bahwa pola silang yang mencolok berfungsi membuat jaring-jaring lebih visible bagi hewan lain yang melewatinya atau terbang di atasnya," kata Elgar.
"Studi yang kami lakukan membantu menjawab misteri yang ada kini," tambah Elgar. Penelitian Elgar dan Walter dipublikasikan di jurnal Behavioural Ecology and Sociobiology yang terbit baru-baru ini.
Read More..
0 komentar

Bosscha Dipilih untuk Meneliti Pluto

Observatorium Bosscha ITB menjadi salah satu observatorium dari 15 lokasi yang akan disinggahi peneliti internasional untuk penelitian Pluto. Tim peneliti rencananya akan singgah pada 27 Juni 2011 mendatang.
Tim peneliti terdiri dari Southwest Research Institute, University of Arizona, dan Observatorium Bosscha ITB, serta didukung oleh National Geographic, NASA (National Aeronautics and Space Administration) Planetary Astronomy, serta The New Horizons mission to Pluto.
Bosscha diklaim memiliki banyak keunggulan sehingga dipilih sebagai tempat penelitian. "Letaknya relatif dekat dengan garis khatulistiwa dan berada dalam deretan Samudra Pasifik," demikian penjelasan yang ditayangkan pada situs web ITB.
Bosscha memiliki teleskop besar (refraktor gando 60 cm Zeiss) dan teleskop menengah (reflektor GOTO 45 cm, reflektor Celestron 25 cm) yang dilengkapi dengan kamera video CCD yang sensitif.(National Geographic Indonesia/Alex Pangestu)
Read More..
0 komentar

Mengikuti Agenda Kucing Seharian

Sebuah penelitian menjawab beberapa pertanyaan mengenai kehidupan kucing di luar ruangan. Apa yang kucing lakukan sepanjang hari? Apa seekor kucing berkumpul dengan kucing-kucing lain?
Proyek penelitian mengikuti jejak 42 kucing di luar rumah. Beberapa kucing tidak memiliki tuan, sementara lainnya merupakan peliharaan. Mereka dilacak selama dua tahun oleh para peneliti dari University of Illinois.

Read More..
0 komentar

Jejak Kuil Dewa Buaya di Mesir

Tempat wisata arkeologi Mesir kembali bertambah dengan dimasukkannya kuil tempat pemujaan Dewa Buaya ke dalam peta pariwisata. Pemerintah Mesir awal Mei lalu telah membuka pusat informasi bagi turis di Madinet, Madi, daerah Fayoum yang terletak di selatan Kairo. Di lokasi tersebut terdapat kuil yang dipersembahkan untuk Dewa Buaya bernama Sobek dari Scedet sebagai dewa pelindung kawasan tersebut.

Read More..
0 komentar

Ada Bakteri Doyan Minum Kopi

 Ryan Summers, mahasiswa doktoral di Universitas Iowa menemukan bakteri yang bisa mendegradasi kafein. Minggu lalu, ia mempresentasikan penemuannya di acara 111th General Meeting of the American Society for Microbiology di New Orleans, AS.
Summers mengatakan, "Kami telah mengisolasi bakteri pendegradasi kafein, Pseudomonas putidaCBB5, yang bisa mengubah kafein menjadi CO2 dan ammonia." Bakteri itu bisa hidup dalam lingkungan dengan kadar kafein 2,5 gram/liter, yang bagi banyak bakteri sudah tergolong toksik.
Dengan mendegradasi kafein yang terdiri atas unsur karbon, oksigen, nitrogen dan hidrogen,Pseudomonas putida CBB5 mendapatkan nutrisi penting yang dibutuhkan untuk hidupnya. Menurut Summers, proses degradasi sendiri dibantu oleh 3 macam enzim yang dimiliki bakteri itu.
Dengan kemampuan mendegradasi kafein, bukan tak mungkin bakteri ini juga doyan meminum kopi. Secangkir kopi diketahui rata-rata mengandung 0,8 gram/liter kafein. Pastinya, si bakteri takkan meminum kopi untuk menemani begadang menonton bola.
Menemukan Pseudomonas putida CBB5, Summers mengaku tak terkejut. Sebabnya, kafein sebenarnya juga berkaitan dengan limbah cair rumah tangga dan limbah industri. Tapi, Summers belum mengetahui alasan mengapa ada bakteri yang berevolusi tumbuh di lingkungan dengan kafein.
Read More..
0 komentar

Jakarta Mustahil Jadi Pusat Gempa

Jakarta diprediksikan tidak mungkin menjadi pusat gempa. Hal tersebut terungkap dalam konferensi pers yang diadakan di Crisis Center, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Jakarta, Rabu (1/6/2011) hari ini.
"Sampai sekarang belum ditemukan adanya pusat gempa di Jakarta. Dari data dan analisis kami sekarang, tidak mungkin Jakarta diguncang gempa 8,7 skala richter. Kalau Jakarta dipengaruhi oleh gempa sebesar 8,7 skala richter di wilayah lain, itu mungkin," kata Deputi Bidang Geofisika Dr. P.J. Prih Rahardi. Konferensi pers ini diadakan untuk merespon isu akan terjadinya gempa bermagnitud 8,7 di Jakarta yang sempat beredar beberapa waktu lalu.

Read More..
0 komentar

Sepeda Pembangkit Listrik ala Kendal

Pada masa lalu sepeda onthel bisa menghasilkan tenaga listrik dengan adanya dinamo yang digerakkan putaran roda. Warga Desa Kedungsuren, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kendal, Jawa Tengah, mencoba merekonstruksi teknologi sejenis, tetapi bisa menghasilkan listrik lebih besar, tidak sekadar menyalakan lampu sepeda saat bergerak pada malam hari.
Adalah Median Wahyu Utomo (28), pemuda kreatif yang mampu membuat sepeda yang bisa menghasilkan tenaga listrik cukup besar. Meski bertempat tinggal di desa terpencil, Median cukup kreatif. Sepeda onthel yang dirancangnya bisa menghasilkan listrik untuk mengisi aki, baterai, dan dinamo ampere.
Biaya membuat sepeda yang bisa menghasilkan listrik relatif lebih murah dibandingkan solar sel. Biayanya sekitar Rp 3 juta. "Karena lebih murah, saya mencobanya dan ternyata berhasil karena tenaga listrik yang dihasilkan cukup besar," ujar Median, Selasa (31/5/2011).
Anak pasangan Redjono (54) dan Evi Dwi Pujiastuti (50) ini mengaku bahan yang digunakan untuk membuat sepeda penghasil listrik cukup sederhana. Bahannya meliputi sasis sepeda, gear sepeda tiga set depan dan belakang, rantai sepeda, dinamo ampere, lampu, dan sakelar.
Sepeda yang diciptakannya memanfaatkan putaran roda sepeda yang bisa menggerakkan dinamo ampere sehingga menghasilkan tenaga listrik cukup besar. Putaran roda sebanyak 650 rpm mampu menghasilkan putaran dinamo ampere sebanyak 6.500 rpm. Tenaga sebesar itu bisa menghasilkan listrik untuk mengisi aki mobil.
"Tenaga yang dihasilkan lumayan bisa untuk mengisi aki mobil dan aki lainnya," ujar Median.
Median mengatakan, ide membuat sepeda penghasil listrik bermula ketika dia melihat sepeda gunung yang menggunakan banyak gear. Alumnus Jurusan Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini bercita-cita hasil kreasinya bisa digunakan untuk desa-desa terpencil yang belum teraliri listrik PLN.
Read More..
0 komentar

Kembaran Bimasakti dari Konstelasi Pavo

European Southern Observatory (ESO) merilis citra galaksi yang tampak seperti kembaran Bimasakti. Galaksi itu bernama NGC 6744, berjarak 30 juta tahun cahaya, dan terletak di konstelasi Pavo atau Peacock. Citra galaksi berhasil diambil dengan teleskop 2,2 meter di Observatorium La Silla, Cile.
NGC 6744 memiliki kemiripan dengan Bimasakti. Berdasarkan rilis ESO yang dikutip Space.com, Rabu (1/6/2011), galaksi ini juga mempunyai "lengan" spiral yang "membungkus" inti padat memanjang dan piringan berdebu. Galaksi ini juga memiliki "teman dekat" yang lebih kecil, yakni NGC 6744 A, seperti Bimasakti yang juga punya Awan Magellan Besar.
NGC 6744 memiliki ukuran diameter dua kali lipat Bimasakti, sementara Bimasakti sendiri berdiameter sekitar 100.000 tahun cahaya. Bila melihat citra NGC 6744 yang ditangkap ESO, terdapat spot-spot berwarna merah di bagian lengan spiral. Astronom mengatakan bahwa wilayah itu merupakan tempat kelahiran bintang.
Astronom juga mengatakan, letak galaksi ini tergolong dekat. Didukung dengan kecemerlangannya yang setara dengan 60 kali Matahari dan posisinya yang seolah menatap Bumi, astronom amatir bermodal teleskop power rendah pun bisa melihatnya. NGC 6744 akan tampak seperti lingkaran dengan bagian terang berukuran dua kali Bulan.
Read More..
0 komentar

Bahasa Tubuh Kupu-kupu Menolak Selingkuh

Kupu-kupu jenis copper butterfly (Lycaena phlaeas) adalah jenis kupu-kupu yang hanya kawin sekali sepanjang hidupnya. Kupu-kupu ini punya bahasa tubuh yang unik untuk menolak pejantan "lain" yang ingin mengawininya alias menolak perselingkuhan.
Bahasa tubuh itu ditemukan oleh Jun Ya Ide dari Kurume Institute of Technology di Fukuoka, Jepang. Dalam penelitiannya, ia menggunakan model kupu-kupu jantan yang didekatkan ke betina tertentu untuk memancing reaksi.
Jun menemukan bahwa copper butterfly yang sudah kawin sering kali menutup sayapnya ketika model kupu-kupu jantan didekatkan. Sementara itu, yang perawan akan tetap membuka sayapnya. Sampailah Jun pada kesimpulan bahwa menutup sayap berkaitan dengan perilaku kawin.
"Jadi, saya menyimpulkan bahwa betina yang tak ingin melakukan perkawinan lagi akan menutup sayapnya untuk menyembunyikan dirinya. Sementara itu, betina yang ingin kawin akan tetap membuka sayap sehingga terlihat mencolok," urai Ide.
Salah satu faktor yang dilihat kupu-kupu jantan untuk mengawini betina adalah corak sayap. Semakin elok dan mencolok corak sayap betina, maka pejantan akan semakin tertarik. Dengan menutup sayap, maka copper butterfly betina seolah ingin menyembunyikan keindahannya.
Selain menutup sayap ketika ada pejantan mendekat, copper butterfly juga kadang menutup sayap dengan tingkat yang lebih rendah saat spesies kupu-kupu lain lewat. Seperti dilaporkan BBC hari ini, Senin (30/5/2011), penelitian Jun dipublikasikan di jurnal Ethology.
Read More..
0 komentar

Bintang Kesepian di Awan Magellan Besar

Menggunakan very large telescope (VLT) di Cile, astronom berhasil menemukan bintang bernama VFTS 682 di Tarantula Nebula, Awan Magellan Besar, galaksi kecil yang bertetangga dengan galaksi kita Bimasakti. Bintang itu serba lebih dibanding Matahari, memiliki massa 150 kali lebih besar dari Matahari dan 3 juta kali lebih cemerlang dari Matahari.
Namun, VFTS 682 tak seperti bintang seukurannya yang biasanya ditemukan di gugus bintang yang padat. VFTS 682 yang merupakan salah satu bintang paling terang yang pernah ditemukan dan memiliki suhu permukaan hingga 50.000 derajat celsius ini rupanya merupakan bintang kesepian.
Seperti dikutip Astronomy Now, Kamis (26/5/2011), Joachim Bestenlehner dari Observatorium Armagh di Irlandia Utara yang memimpin penelitian ini mengatakan, "Kami sangat terkejut menemukan bahwa bintang sebesar itu ternyata sendirian, bukan terletak di gugusan bintang yang padat." Hingga kini, menurut Bestenlehner, asal-usul bintang itu masih misterius.
Karena letak Tarantula Nebula berdekatan dengan wilayah pembentukan bintang dan VFTS 682 dekat dengan gugus R136, maka astronom menduga bahwa VFTS 682 mulanya tak sendirian. Menurut astronom, VFTS 682 mungkin terbentuk di gugus R136 dan selanjutnya terlontar keluar hingga ada dalam kesendirian.
Penjelasan tersebut mungkin menjadi jawaban teka-teki asal-usul VFTS 682. Tetapi, jikalau hal itu benar, satu pertanyaan lagi muncul. Energi macam apa yang bisa melontarkan bintang sebesar VFTS 682 dari gugusnya? Yang pasti, penemuan ini akan menantang pemahaman tentang bintang masif yang berkembang kini. Penemuan ini dipublikasikan di jurnal Astronomy & Astrophysics.
Read More..
0 komentar

Udang Raksasa Panjangnya 1 Meter

Fosil predator yang mirip udang dengan panjang 1 meter ditemukan di sebelah tenggara Maroko. Hewan tersebut memiliki ukuran terbesar di jenisnya dan diperkirakan mendominasi laut pada zaman pra-dinosaurus selama jutaan tahun.
Hewan yang disebut Anomalocaridid itu mirip seperti udang dan sotong. Salah satu bagian di kepalanya menonjol dan melingkar. Mulut mereka berlapis serta membuka dan menutup seperti diafragma kamera.
Anomalocaridid terbesar sebelum temuan ini berukuran 0,6 meter. Ukuran yang seperti itu saja sudah membuatnya hewan terbesar dalam periode Cambria (542 hingga 501 juta tahun yang lalu), saat invertebrata banyak berevolusi menjadi berbagai hal.
Selain ukuran, hal lain yang mengejutkan dari penemuan ini adalah usia fosil yang terbilang muda, diperkirakan berumur 488 hingga 472 tahun yang lalu. "Hewan ini ternyata bertahan hidup 30 tahun lebih lama dari yang diperkirakan," kata Derek Briggs, Direktur Yale Peabody Museum, yang turut serta pada studi.
Anomalocaridid menyebar luas pada saat periode Cambria, tetapi mulai tidak ditemukan pada era 510 juta tahun yang lalu. "Apa mereka punah atau kita mencari di tempat yang salah?" kata Briggs belum bisa menjawab misterinya. Ternyata, jaringan lembut rusak sebelum terbentuk fosil. Khusus untuk fosil yang ditemukan di Maroko ini, ilmuwan beruntung karena endapan di sekitarnya membuat hewan terawetkan.
Anomalocaridid akhirnya memang punah dan tidak menghasilkan keturunan modern. "Digantikan ikan dan predator laut lain," kata Briggs menjelaskan. (National Geographic Indonesia/Alex Pangestu)

Read More..
0 komentar

Ozon Kutub Utara Hampir Berlubang

Ozon terus menipis, bahkan nyaris berlubang di Kutub Utara. Penurunan temperatur stratosfer yang jadi penyebab.
Penyebab terbentuknya lubang ozon ada tiga, menurut Profesor Ross Salawitch, ahli kimia dan biokimia dari University of Maryland, yang mempelajari kandungan zat kimia di atmosfer. Ketiganya adalah sinar matahari, halogen, dan temperatur rendah.
Saat temperatur turun melebihi ambang batas, awan terbentuk di stratosfer. Halogen, khususnya polutan, seperti klorin dan brom, berubah menjadi senyawa kimia yang bereaksi dengan cepat di ozon. "Semua berubah drastis," kata Salawitch.
Tahun ini sistem angin kutub yang dikenal dengan nama "pusaran kutub" sangat tenang dan stabil. Hal itu berperan dalam menurunkan temperatur di daerah Kutub Utara. Penurunan drastis ini, jika terjadi di Kutub Selatan, dipastikan bisa membentuk lubang ozon karena lapisan ozon di sana lebih tipis daripada di Kutub Utara.
Saat ini pusaran angin sudah menghilang dan udara dari luar Kutub Utara yang lebih hangat bisa masuk dan memperbaiki lapisan ozon.
Jika ozon berlubang, semakin banyak radiasi ultraviolet yang mencapai bumi yang bisa memicu penyakit kulit. Dengan lapisan ozon yang semakin tipis saja orang berkulit sensitif akan semakin mudah terbakar sinar matahari. (National Geographic Indonesia/Agung Dwi Cahyadi)

Read More..
0 komentar

Daya Tampung Karbon Justru Naik

Salah satu dampak positif pemanasan global adalah meningkatkan kapasitas pohon dan tumbuh-tumbuhan dalam penampungan karbondioksida. Sebuah studi yang dipimipin oleh Jerry Melillo dari Marine Biological Laboratory Amerika Serikat mengindikasikan itu.
Pada ringkasan tulisan penelitian yang dimuat dalam publikasi jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences baru-baru ini, dikatakan bahwa menghangatnya iklim telah merangsang penangkapan juga penyimpanan karbondioksida pada bagian tanaman dalam jumlah lebih besar. Menurut para peneliti, makin banyaknya karbon yang terserap saat tumbuhan melakukan proses fotosintesis itu disebabkan lebih banyak nitrogen yang memungkinkan untuk dapat dibuat dalam kondisi suhu tanah hangat.
Selama ini, tutur Melillo, pohon-pohon yang ada di Amerika Serikat umumnya sangat terbatas kandungan nitrogennya. "Kami menemukan bahwa pemanasan (global) telah memerangkap senyawa nitrogen di dalam tanah berupa nitrogen organik, untuk dilepaskan sebagai senyawa anorganik. Ketika pohon menyerap nitrogen anorganik ini, pertumbuhannya akan lebih cepat dan menampung lebih banyak karbon," jelasnya.
Ia menambahkan, keseimbangkan jumlah karbon di ekosistem hutan untuk dekade-dekade selanjutnya di saat fenomena perubahan iklim juga terjadi, akan sangat bergantung pada aneka faktor lain. "Misalnya, ketersediaan air, efek peningkatan temperatur bagi fotosintesis dan respirasi, serta konsentrasi karbondioksida di lapisan atmosfer," katanya. (National Geographic Indonesia/Gloria Samantha)

Read More..
0 komentar

Gerhana Matahari Tengah Malam, Mungkin?

Mungkinkah gerhana Matahari terjadi pada tengah malam? Ini memang seperti pertanyaan konyol. Tetapi, Knut Joergen Roed Oedegaard, astrofisikawan dari Norwegian Centre for Science Education, mengatakan, fenomena itu mungkin terjadi dan akan terjadi pada tengah malam hari ini, 1 Juni 2011.
"Ini mungkin seperti sebuah kontradiksi untuk mengalami gerhana Matahari pada malam hari. Tapi, inilah yang akan dilihat di wilayah Norwegia bagian utara, Swedia, dan Finlandia pada 1 Juni hari ini," kata Oedegaard seperti dikutip Spacedaily.com, Rabu (1/6/2011).
Bagaimana hal itu bisa terjadi? Oedegaard mengatakan, saat belahan Bumi utara mengalami musim panas tahun ini, wilayah Artik tidak mengalami Matahari tenggelam. Jadi, pada prinsipnya gerhana Matahari bisa terjadi kapan saja.
Gerhana yang akan terjadi hari ini adalah gerhana Matahari parsial. Gerhana ini ialah gerhana Matahari tengah malam pertama setelah 31 Juli 2000 dan yang terdalam sejak 1985. Penduduk setempat harus menunggu hingga tahun 2084 untuk menyaksikan gerhana Matahari tengah malam yang lebih dalam.
Johny Setiawan, astronom Max Planck Institute for Astronomy, mengatakan, "Gerhana matahari total juga bisa terjadi di tengah malam, seperti yang mungkin terjadi pada 4 Desember 2021 dan 15 Desember 2039 di kutub selatan, di mana Desember adalah musim 'panas' dan Matahari tak pernah tenggelam."
Untuk gerhana kali ini, Fred Espenak dari Goddard Space Flight Center NASA mengatakan, wilayah lain juga bisa melihat, tetapi bukan saat tengah malam. Beberapa wilayah itu antara lain China, Siberia, Eslandia, Alaska, Jepang, Korea Utara, dan Kanada.
Wilayah Reykjavik, Eslandia, akan mengalami gerhana tepat sebelum senja hari ini. Sementara wilayah China dan Siberia akan mengalaminya pada Kamis (2/6/2011) fajar besok. Uniknya, berdasarkan publikasi space.com, wilayah China dan Siberia akan mengalami lebih dulu. Jadi gerhana seolah-olah dimulai pada tanggal 2 Juni 2011 dan berakhir pada 1 Juni 2011.

Read More..
0 komentar

2015 Rusia Kirim Pesawat Menuju Matahari

"Mendekati Matahari diperlukan untuk mempelajari fenomena seperti 'solar flares',"

Matahari adalah salah satu bintang terbesar di luar angksa. Namun, sejauh ini belum ada ilmuwan yang bisa melakukan penelitian dari jarak dekat.

Saat ini ada beberapa ilmuwan dari beberapa negara yang tergabung dalam helio-physiciststelah membuat perangkat untuk mendekati Matahari, untuk menelitinya sedekat mungkin. Untuk menunjang penelitian itu, Rusia berencana akan meluncurkan pesawat ruang angkasa ke Matahari.

Ide pertama mengirimkan pesawat ruang angkasa ke Matahari berasal dari komunitas ilmuwan Rusia pada tahun 1970 (di masa Brezhnev). Namun, di awal proyek pertama itu, pesawat tanpa awak itu secara teknis dinilai tidak layak.

Kini para ahli dari Institute of Terrestrial Magnetism, Ionosphere and Radio Wave Propagation atau Pushkov (IZMIRAN), Physics Institute of the Academy of Sciences (FIAN) dan peneliti lainnya, sedang bekerja untuk menyelesaikan proyek  Interhelioprobe. Direktur Lembaga Studi Luar Angkasa dengan Akademisi Ilmu Pengetahuan Rusia, Lev Zelyony, mengatakan tidak menutup kemungkinan bahwa pesawat antariksa ini nanti akan bisa mendekati Matahari pada ketinggian 10-12solar radii.

Dengan jarak sedekat itu, ancaman bahaya memang akan muncul. Selain bahayaoverheating, juga bahaya penguapan sinar di bawah Matahari yang bisa menyebabkan kesalahan dalam pengukuran.

Oleh karena itu, yang akan menjadi prioritas adalah mengembangkan perisai panas yang mampu menahan suhu sampai 600 derajat Celcius. Nantinya, bahan perisai itu akan dibuat dari bahan tungstenmolybdenum, dan bahan tahan api lainnya.

"Mendekati Matahari diperlukan untuk mempelajari fenomena seperti 'solar flares'," kata Vladimir Kuznetsov, Direktur IZMIRAN. "Yang paling penting juga untuk mempelajari siklus Matahari dan dinamo Matahari, karena sampai hari ini kami masih tidak dapat memprediksi awal dan amplitudo siklus ini."

Menurut Kuznetsov, jika mampu mempelajari serta memprediksi siklus Matahari, akan memungkinkan untuk mengurangi dampak bahaya bagi Bumi.

Selain Rusia, proyek serupa juga dilakukan di negara lain. Ilmuwan Eropa yang bekerja untuk Solar Orbiter juga tengah meneliti Matahari dari jarak 60 solar radii (jarak ini sedikit lebih dekat dari orbit Merkurius). American Solar Probe akan mendekati Matahari pada jarak hanya 8.5 radii dari permukaan.

Namun, Solar Orbiter baru akan diluncurkan pada 2017, dan Solar Probe pada tahun 2018. Sedangkan pesawat milik Rusia itu, diyakini para ilmuwan akan diluncurkan pada 2015.  (Pravda)
Read More..
0 komentar

Benarkah Makan Tanah Bagus untuk Perut

Para ilmuwan sampai sekarang tidak bisa menjelaskan mengapa orang suka memakan tanah.

Bagi kebanyakan orang di dunia, makan lumpur adalah hal yang menjijikkan. Namun, kita sering menemukan, anak-anak sering tidak sengaja memakan lumpur saat bermain.

Tapi tahukah Anda, ternyata lumpur sangat baik bagi perut. Menurut hasil penelitian, manusiageophagy memakan lumpur rupanya untuk melindungi lambung karena dapat melindungi terhadap racun, parasit dan pathogens.

Menurut Sera Young, peneliti dari Cornell University dan yang menjadi penulis utama dalam penelitian ini mengungkapkan, manusiageophagy berasal dari Hippocrates yang sudah ada sejak 2000 tahun lalu. Sejak saat itulah terus dilaporkan di setiap tempat adanya orang yang memakan tanah.

Namun, para ilmuwan sampai sekarang tidak bisa menjelaskan mengapa orang suka memakan tanah. Beberapa peneliti berpikir,geophagy adalah konsekuensi dari kekurangan makanan. Dengan kata lain, orang memakan tanah untuk mengurangi rasa sakit akibat kelaparan, meskipun tidak memberikan nilai gizi.

Penjelasan lain karena mengkonsumsi tanah dinilai mengandung gizi karena nutrisi mereka berkurang seperti; kalsium, dan zat besi. Di sisi lain, tanah dinilai mempunyai zat yang efektif dapat menjadi bakteri baik melindungi dari racun dan bakteri buruk.

Sebuah studi mengindikasikan, pada umumnya orang-orang makan tanah pada saat persediaan makanan menipis. Ketika mereka makan tanah, mereka hanya makan dalam jumlah sedikit. Geophagy digambarkan secara umum pada perempuan di awal kehamilan dan balita

Menurut hipotesis yang ditemukan, bahwa nutrisi yang ditemukan sangat sedikit yang sesuai. Lebih dari itu, hipotesis disesuaikan dengan data yang ada sesuai dengan penemuan dalam penelitian.
   
Kategori kedua, menurut Young, yang sensitif terhadap racun parasit tergantung pada dirinya sendiri dan keturunan keluarga. Selain itu, geophagy yang paling umum berada di daerah beriklim tropis di mana mikroba bawaan makanan yang berlimpah. (Mumbaimirror) (eh)
Read More..
0 komentar

Penyebab Penyakit 'Wajah Serigala' Ditemukan

Temuan ini bisa dipakai mencari obat kebotakan dan kelebihan pertumbuhan rambut.


Masih ingat Supatra Sasuphan? Ya, dia adalah gadis Thailand yang menderita penyakit langka, sehingga dijuluki sebagai manusia serigala.
Penyakit langka itu menyebabkan sebagian wajah Sasuphan ditumbuhi oleh bulu-bulu seperti bulu serigala. Baru-baru ini, peneliti telah menemukan penyebab penyakit kelainan genetik itu.
Dunia medis mengenal penyakit ini dengan sindroma Werewolf atau Hypertrichosis. Saking langkanya, sindroma yang disebabkan oleh mutasi kromosom itu hanya menimpa kurang dari 100 orang di dunia.  
Para peneliti menelusuri letak perubahan mutasi yang dialami pengidap sindrom ini di Meksiko pada kromosom X (salah satu dari dua kromosom pada gen manusia).
Ternyata, mereka menemukan bahwa ini merupakan penyakit turunan. Biasanya pengidap laki-laki akan tertutup bulu pada bagian wajah dan kelopak matanya. Sementara itu, pengidap perempuan biasanya ditumbuhi bulu pada bagian tubuhnya.
Profesor Xue Zhang, pakar genetika dari Peking Union Medical College, juga telah menguji salah seorang pengidap penyakit ini dan menemukan kelainan genetik itu pada kromosom X.
Kelainan genetika kemudian ditemukan juga pada kromosom X milik pengidap yang berada di Mexico. Hanya saja, kelainan gen yang ditemukan pada pengidap ini berbeda dengan yang berada di China.
Namun, DNA ekstra pada kromosom X mereka itu mungkin turut memicu aktifnya gen-gen penumbuh rambut di sekelilingnya. 
Pragna Patel, ilmuwan dari University of Southern California memperkirakan bahwa biang keladi kelainan gen ini adalah gen bernama SOX3, yang diketahui bertanggung jawab pada pertumbuhan rambut.
"Faktanya, sekuens tambahan yang terselip (pada kromosom X), bisa memicu pertumbuhan rambut," kata Patel pada hasil penelitiannya yang telah dipublikasikan pada American Journal of Human Genetics.
Namun, Patel menambahkan, hal itu juga bisa digunakan untuk penelitian demi mendapatkan pengobatan terhadap penyakit kebotakan atau hirsutism (berlebihnya pertumbuhan rambut). (art)
Read More..
0 komentar

Facebook Hapus Akun Janin

Seorang ibu kehilangan akun Facebook anaknya yang masih janin.

Akun Marriah Greene di Facebook sudah tak dapat diakses. Otoritas Facebook telah membekukan akun tersebut, mungkin karena Marriah Greene belum lahir.

Adalah sang ibu, Ellie Greene yang membuat akun tersebut. Bersama suaminya, Ellie hanya ingin menjadikan akun itu sebagai semacam jurnal yang melibatkan interaksi teman dan kerabat.

Kantor berita CNN menulis bahwa akun Marriah Greene hanya sebuah wadah yang dipilih Ellie dan suaminya untuk mengumumkan kepada dunia bahwa mereka segera memiliki anak.

Seperti dikutip dari ABC News, sejauh ini, akun Marriah Grrene sudah terhubung dengan lebih 300 akun sebagai teman. Ellie tak menerima semua tawaran berteman, terutama dari akun yang tidak jelas dan aneh. Semua komentar yang tertulis di akun itu pun positif.

Tapi, Facebook mungkin punya pemikiran lain. Meski tak memberi alasan resmi mengenai pemblokiran akun tersebut, Facebook memiliki kebijakan tegas untuk melarang pengguna menyajikan informasi palsu atau membuat akun dengan data orang lain tanpa permisi.

Apa pun alasan Facebook, Ellie tetap tak bisa mengakses akun janinnya sejak 1 Juni lalu. Ia juga menyindir pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, yang membiarkan anjingnya memiliki akun di jejaring sosial terbesar itu.

Dua bulan lalu, seorang blogger di China, Michael Anti, juga mengamuk Facebook gara-gara akunnya ditutup. Ia mempertanyakan mengapa dirinya kalah layak memiliki akun dibandingkan anjing Mark Zuckerberg.

Lewat email, Anti menerima penjelasan dari Facebook bahwa pembekuan akun dilakukan lantaran penggunaan nama palsu. Ia diminta menggunakan nama asli sesuai KTP, Zhao Jing. Ia berang karena nama Michael Anti sudah menjadi identitas profesionalnya selama satu dekade.

Zuckerberg memang membuatkan anjingnya akun di Facebook lengkap dengan foto dan profil. Namun, akun anjing bernama Beast itu dianggap tidak melanggar aturan Facebook karena bukan akun personal, melainkan fan page yang dikhususkan untuk penggemar. (art)
Read More..
0 komentar

Penambangan Kapur Lenyapkan Koloni Kelelawar

Gangguan terhadap koloni kelelawar terjadi di hampir semua kawasan bukit kapur Indonesia.


Konferensi Kelelawar se-Asia Tenggara yang ke-2, hari ini digelar di Bogor Jawa Barat hingga 9 Juni 2011 nanti. 
Konferensi itu dihadiri oleh 80 peneliti kelelawar dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Philipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Kamboja, Singapura, India, Cina, Jepang , Taiwan, Amerika Serikat, Kanada. Inggris, dan Australia.
Salah satu perhatian penting yang muncul dalam acara internasional yang mengambil tajuk 'Zoonosis dan Peran Kelawar dalam Keseimbangan Ekosistem' itu, adalah tergusurnya keberadaan kelelawar oleh gangguan manusia.
"Salah satu gangguan manusia yang sering dijumpai adalah eksploitasi di beberapa daerah batu kapur," ujar Profesor Dr Riset Ibnu Maryanto dari Puslit Biologi LIPI, di sela-sela acara konferensi, Senin 6 Juni 2011. 
Menurut Ibnu, gangguan terhadap koloni kelelawar terjadi di hampir semua kawasan bukit kapur Indonesia. Padahal, kelelawar menyukai daerah batu kapur, karena sifat batuan kapur yang berpori memungkinkan resapan air dan menjadikan daerah tersebut menjadi tempat yang lembab. "Kelalawar 100 persen suka daerah lembab," kata Ibnu.
Ibnu mengatakan, Indonesia adalah tempat dari sekitar 11 persen spesies kelelawar di seluruh dunia. Spesies kelelawar kita, jumlahnya terbesar di Asia. Ada tak kurang dari 225 jenis kelelawar di seluruh Indonesia. Sayangnya, sekitar 5 persen dari hilang atau punah akibat gangguan manusia.
Oleh karenanya, Ibnu mengingatkan agar eksploitasi kapur dan hutan musti dikendalikan dan memperhatikan konservasi kelelawar. Sebab, binatang ini memiliki peran penting dalam kelestarian alam.
Beberapa jenis kelelawar memiliki fungsi sebagai satu-satunya penyerbuk pohon, sehingga punahnya jenis kelelawar itu akan berakibat pada punahnya jenis pohon tertentu. Sebaliknya, punahnya jenis pohon tertentu, bisa juga berakibat pada punahnya spesies kelelawar tertentu.
"Gangguan pada koloni kelelawar juga akan mengakibatkan gangguan pada kualitas dan kuantitas panen buah-buahan, seperti rambutan, duku, pisang, pisang atau durian," kata pria lulusan Hokkaido University itu.
Read More..
0 komentar

Ditemukan, Alat Pembunuh Bakteri E. coli

Pada uji coba, 10 juta bakteri E. coli musnah dalam 10 menit di permukaan tembaga kering.
 
Sekelompok tim peneliti asal Inggris menemukan bahwa tembaga bisa berperan penting dalam mencegah penyebaran wabah E. coli seperti 0104:H4 yang yang saat ini sedang melanda dan telah membunuh setidaknya 17 orang di Jerman.

Dari penelitian yang dilakukan ilmuwan asal Universitas Southampton, Inggris, diketahui bahwa ada zat anti-mikroba yang melekat di logam tersebut.

“Dari studi yang dilakukan untuk mengetahui efektivitas tembaga terhadap jenis E. coli baru ini telah selesai,” kata Bill Keevil, Head of the Microbiology Group, University of Southampton, seperti dikutip dari UPI, 6 Juni 2011.

Meski tidak fokus untuk mencari pembunuh bakteri 0104 itu, Keevil menyebutkan, namun populasi seluruh turunan bakteri yang mereka amati berkurang dengan pesat akibat tembaga.

Pada uji coba, Keevil dan timnya mendapati bahwa 10 juta bakteri E. coli bisa musnah dalam waktu 10 menit di permukaan tembaga yang kering. Bahkan pada permukaan tembaga yang basah, pemusnahan total bisa tuntas dalam waktu sekitar 45 menit.

Menurut peneliti, properti anti-mikroba milik tembaga tetap aktif meski material itu telah dipadukan dengan material lain seperti kuningan dan perunggu.

Jika digunakan sebagai wadah persiapan untuk penyajian makanan, tembaga bisa secara terus menerus mematikan setiap patogen yang ada di makanan tersebut. “Ini akan mengurangi risiko kontaminasi dan membantu mencegah penyebaran infeksi,” sebut Keevil.
Read More..
Kamis, 02 Juni 2011 0 komentar

Anna, Sistem Operasi Symbian Terbaru

Smartphone yang telah menggunakan sistem operasi Symbian sebelumnya, bisa diupgrade.

Symbian merupakan sistem operasi yang ditujukan khusus untuk smartphone dan sempat digunakan oleh NTT DoCoMo, Sony Ericsson, dan kini dipertahankan oleh Nokia. Versi terbaru, yakni Symbian Anna secara resmi dihadirkan pada April 2011.

Menurut Irwan Hermawan, Market Product Manager Nokia Indonesia, dibanding sistem operasi sebelumnya yakni Symbian^3, sistem operasi ini telah mengalami pembaruan di sisi browser, virtual keyboard ketika ponsel dalam orientasi vertikal, serta scrolling di homescreen yang lebih baik.

“Ada dua perangkat yang menggunakan secara langsung sudah dipasangi sistem operasi terbaru tersebut yakni Nokia E6 dan Nokia X7 yang baru akan hadir pada pertengahan Juni mendatang,” kata Irwan saat memperkenalkan fitur sistem operasi itu di Jakarta, 31 Mei 2011.

Smartphone sebelumnya, kata Irwan, yang telah menggunakan Symbian^3 seperti Nokia N8, E7, C7 and C6-01, juga akan dapat diupgrade sistem operasinya ke Symbian Anna. “Upgrade bisa dilakukan terhadap ponsel-ponsel tersebut, namun baru bisa dilakukan dalam beberapa waktu mendatang,” ucap Irwan.

Dari sisi handset yang sudah mendukung Symbian Anna, seri E6 merupakan smartphone Qwerty - touchscreen pertama Nokia yang didesain dalam bentuk monoblock. Sama seperti ponsel seri E lainnya yang ditujukan untuk segmen bisnis, Nokia E6 mendukung akses ke sistem email korporat lewat Mail for Exchange dan Microsoft Communicator. Untuk pengamanan, data yang tersimpan, baik pada memori internal ataupun microSD juga bisa dienkripsi secara hardware.

Nokia X7 sendiri merupakan smartphone layar sentuh untuk segmen hiburan. Dengan layar yang besar (4 inci), ponsel kini lebih nyaman saat digunakan untuk browsing internet, melihat konten video (dengan konektivitas WiFi, HSDPA/HSUPA, atau Bluetooth 3.0), ataupun bermain game. Ada 2 game yang otomatis disediakan yakni Asphalt 5 HD dan Galaxy on Fire HD.

Kedua smartphone baru akan hadir di pasaran Indonesia pada pertengahan Juni 2011 di harga Rp3,5 juta untuk E6 dan Rp4,25 juta untuk X7. E6 juga ditawarkan seharga Rp3 juta bagi yang melakukan pre order secara online.
Read More..
0 komentar

Riset WHO: Radiasi Ponsel Bisa Picu Kanker

Menurut penelitian awal, ada bukti bahwa radiasi ponsel bisa memicu dua tipe kanker otak


Sebuah panel ilmuwan terkemuka mengungkapkan bahwa radiasi dari telepon seluler (ponsel) bisa menjadi agen penyebab kanker otak. Para ahli menempatkan ponsel dalam kategori benda yang memiliki risiko bagi kesehatan, sama dengan pestisida, DDT, knalpot bensin, dan kopi.

Menurut kantor berita Associated Press (AP), temuan ini diumumkan Selasa, 31 Mei 2011 di Lyon, Prancis, oleh Badan Internasional untuk Penelitian Kanker setelah melakukan sejumlah riset. Badan ini berada di bawah arahan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Setelah penelitian bersama selama seminggu penuh, para ilmuwan menemukan tipe radiasi elektronagnetik di telepon seluler, microwave, dan radar. Menurut mereka, ada bukti bahwa radiasi telepon seluler bisa memicu dua tipe kanker otak. Namun bukti itu perlu diteliti lebih lanjut.

"Kami menemukan beberapa benang merah, bukti yang mengungkapkan pada kami bagaimana kanker bisa terjadi. Namun masih ada beberapa hal yang belum diketahui dan harus dipastikan,"kata anggota panel, Jonathan Samet dari Universitas Southern California, seperti dimuat AP, Rabu 1 Juni 2011.

Sementara, anggota panel yang lain, Kurt Straif mengatakan, paparan tertinggi radiasi adalah saat ponsel digunakan untuk menelepon. "Untuk penggunaan pesan pendek (SMS) atau menggunakan perangkat hands-free akan memperkecil paparannya."

Namun, meski 'berpeluang karsinogen (zat penyebab kanker)' itu tak berarti ponsel secara otomatis menyebabkan kanker. Dan sejumlah ilmuwan pun yakin, temuan ini tak akan lantas mengubah kebiasaan orang.

"Apapun dimungkinkan menjadi karsinogen," kata Donald Berry, profesor biostatistik di MD Anderson Cancer Center di Universitas Texas. Ia tak terlibat dalam penelitian ini. "Ini bukan sesuatu yang saya khawatirkan dan tak akan menghentikan saya menggunakan telepon genggam."

Karena ponsel sangat populer, mungkin mustahil bagi para ahli untuk membandingkan antara pengguna ponsel yang menderita tumor otak dengan orang yang tidak menggunakan perangkat namun memiliki penyakit yang sama. Apalagi, menurut survei tahun lalu, jumlah pelanggan ponsel di seluruh dunia telah mencapai lima miliar, atau hampir tiga perempat dari populasi global.

Ponsel mengirimkan sinyal ke menara terdekat menggunakan frekuensi gelombang radio -- dengan bentuk yang sama dengan gelombang radio FM dan microwave. Namun radiasi dari ponsel tidak secara langsung merusak DNA dan berbeda dengan tipe radiasi yang lebih kuat seperti sinar X dan radiasi ultraviolet.
Dalam level tinggi, gelombang dari ponsel bisa memanaskan jaringan tubuh. Namun belum dipastikan, apakah itu bakal merusak sel tubuh manusia.

Beberapa ahli menyarankan pengguna ponsel mengenakan headset atau earpiece nirkabel jika khawatir dengan dampak yang ditimbulkan alat itu bagi kesehatan.

Menurut Otis Brawley, kepala kesehatan American Cancer Society, mengimbau agar orang-orang lebih mengkhawatirkan ancaman nyata ketimbang ponsel. "Meski ponsel bisa menyebabkan tumor otak, namun itu membunuh orang jauh lebih sedikit daripada kecelakaan lalu lintas misalnya," kata dia.
Meski demikian ia menyarankan pembatasan ponsel untuk anak-anak. Sebab, otak mereka masih berkembang.
Read More..
0 komentar

Peneliti Temukan Efek Negatif Burung Parkit

Bukti-bukti awal menunjukkan bahwa parkit mengintimidasi burung-burung lain.

Burung parkit leher cincin yang populasinya semakin bertambah, khususnya di ruang terbuka di Inggris menimbulkan perdebatan. Sebagian berpendapat bahwa burung itu sangat eksotis dan menghadirkan warna baru. Namun bagi sebagian lain, burung itu sangat berisik.

Saat ini, diperkirakan ada sekitar 31 ribu burung parkit liar yang tersebar di taman-taman di Inggris dan kawasan tenggara negeri itu. Dan dari ‘sensus’ parkit terakhir, diketahui bahwa jumlah populasi mereka meningkat rata-rata sebesar 23 persen per tahun.

Kini dari penelitian diketahui bahwa burung parkit itu memang mengintimidasi burung-burung lain yang lebih dulu hadir di taman. Sekelompok peneliti dari Imperial College London mendapatkan bukti bahwa parkit mencegah burung penyanyi lain untuk makan.

“Mengurangi populasi parkit kemungkinan akan membawa manfaat bagi para burung penyanyi,” kata Hannah Peck, salah satu peneliti seperti dikutip dari BBC, 1 Juni 2011. “Namun, dalam jangka panjang ada kemungkinan pula bahwa burung lain akan dapat beradaptasi terhadap parkit,” ucapnya.

Pada penelitian, Peck dan timnya mengamati perilaku makan para burung liar di 47 taman yang ada di sekitar Inggris. Mereka menempatkan parkit yang dikandangkan dan menempatkan wadah makanan di sebelahnya lalu merekam aktivitas makan burung-burung yang singgah.

Peneliti membandingkannya dengan saat parkit dikeluarkan dan membiarkan kandang itu kosong di sebelah wadah makanan.

“Dari pemantauan, terlihat burung-burung yang umumnya singgah untuk makan di sana menjadi enggan saat ada parkit di dekat wadah makanan kandang,” kata Peck.

Namun demikian, Peck menyebutkan, burung-burung yang terganggu merupakan burung berukuran kecil. “Sayangnya kami belum mendapatkan sampel dalam jumlah cukup besar untuk mengetahui spesies burung apa saja yang terganggu untuk dapat menyimpulkan data ini,” ucapnya.

Namun demikian, Peck menyebutkan, penelitian ini merupakan bukti-bukti awal bahwa kehadiran parkit menimbulkan dampak negatif bagi burung-burung setempat. Temuan ini sendiri akan dipresentasikan dalam ajang British Ecological Society Meeting on Invasive Species, Juni ini. (eh)
Read More..
0 komentar

Google Pantau Demam Berdarah di Indonesia

Tahun 2010, Indonesia memiliki kasus DBD tertinggi di ASEAN dengan 1.317 orang meninggal.

Hari ini Google mengumumkan bahwa Google Dengue Trends, alat pengawasan untuk penyakit tropik yang disebabkan virus dengue, telah diluncurkan dalam 38 bahasa dan 5 negara, termasuk Indonesia.

Google Dengue Trends menyediakan perkiraan hampir mendekati real-time mengenai aktivitas demam berdarah dengue (DBD) dengan melacak popularitas kata pencarian Google tertentu, sehingga membantu para pejabat publik dan kesehatan untuk bersiap menghadapi wabah DBD.

Layanan baru Google ini sendiri bisa diakses dariwww.google.org/denguetrends.

Seperti diketahui, Dengue adalah virus yang menyebar melalui gigitan nyamuk yang menimbulkan gejala-gejala seperti deman tinggi, pusing parah, bercak-bercak pada kulit dan pendarahan ringan. Virus ini menjangkiti lebih dari 100 juta orang di dunia setiap tahunnya.

Menurut Direktorat Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (Dir P2B2), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pada tahun 2010 lalu Indonesia memiliki kasus DBD tertinggi di ASEAN dengan 150.000 kasus dan 1.317 orang meninggal akibat penyakit ini.

Sejauh ini tidak ada vaksin atau obat-obatan khusus untuk DBD sehingga upaya kesehatan masyarakat terutama difokuskan untuk membantu masyarakat mengambil langkah-langkah pencegahan agar tidak terinfeksi oleh penyakit ini.

Biasanya perlu waktu untuk mengumpulkan, menganalisa dan memberikan informasi mengenai kasus DBD kepada masyarakat melalui sumber-sumber informasi kesehatan dari berbagai institusi. Dengan Google Dengue Trends, masyarakat Indonesia dapat online kapan saja untuk melacak aktivitas DBD terbaru di Indonesia. Karena diperbarui setiap hari, Google Dengue Trends memberikan indikator awal mengenai aktivitas DBD, bahkan sebelum pengumuman resmi disampaikan.

Google Dengue Trends menggunakan metodologi yang sama dengan Google Flu Trends, alat pengawasan lain yang menggunakan gabungan data pencarian Google untuk memperkirakan aktivitas flu diseluruh dunia. Setiap minggu, jutaan pengguna di seluruh dunia melakukan pencarian online untuk memperoleh informasi kesehatan dan Google telah menemukan hubungan erat antara jumlah orang yang melakukan pencarian topik-topik yang terkait DBD dengan jumlah orang yang benar-benar memiliki gejala DBD dengan menggunakan estimasi DBD resmi.

Meskipun tidak setiap orang yang melakukan pencarian “DBD” benar-benar sakit, dalam keterangannya, Google menyebutkan, sebuah pola akan muncul ketika semua kata-kata pencarian yang terkait DBD digabungkan.

Dengan menggunakan data penghitungan kasus DBD yang diberikan oleh berbagai Kementerian Kesehatan dan Organisasi Kesehatan Sedunia, Google dapat membuat sebuah model yang menawarkan estimasi hampir real-time dari aktivitas DBD berdasarkan kepoluleran istilah pencarian terkait DBD.

Metodologi untuk sistem ini dijabarkan dalam artikel yang diterbitkan di PLoS Neglected Tropical Diseases. Saat ini, Google Dengue Trends juga tersedia di Bolivia, Brazil, India dan Singapura.
Read More..
 
;